PADA suatu kisah hiduplah seekor serigala yang bernama Cepat sedang duduk termenung dirumahnya sembari berpikir apa yang akan Ia makan hari ini “Hhhmmmm… sepertinya makan ayam goreng, kentang goreng dan jagung goreng lezat juga ya…”.
Kemudian Si Cepat pun dengan secepat kilat membuka kulkasnya “Ya…. Kentang untuk digoreng, ada! Jagung untuk digoreng, tidak ada! Sepertinya aku juga tidak memiliki ayam untuk digoreng.”
“Baiklah aku akan berjalan keluar untuk memangsa ayam untuk digoreng..” Imbuhnya dalam hati dan berjalan keluar membawa karung.
Di kesempatan yang sama, hiduplah seekor induk ayam yang bernama Manis beserta kedua anak ayamnya. Si Manis sedang membuka lemarinya untuk mencari persediaan jagung untuk makan malamnya, akan tetapi Ia tak mendapati apapun yang tersedia di lemarinya. Si Manis pun mengajak kedua anaknya untuk berjalan keluar mencari jagung.
“Baiklah, anakku kalian harus terus berjalan bersandingan ya, jangan berjalan terlalu jauh… kita berpencar disini dan kembalilah sebelum gelap!” Sahut si Induk ayam tersebut sambil membuka pintu dan berjalan keluar.
“Baiklah ibu, kami akan kembali sesegera mungkin sebelum gelap!” Jawab salah satu anak ayam dan berjalan menjauhi induknya.
Disaat kedua hewan tersebut berusaha mencari sesuatu untuk dimakan, ada seekor anjing malas yang sedang tertidur pulas diatas pohon.
Kedua anak ayam berjalan bergandengan tangan sembari bersiul-siul kecil. Langkah mereka pun berhenti setelah melihat banyak jagung berserakan di depan mereka.
Karena siulan anak ayam tersebut, si Cepat pun dengan sangat cepat berlari mendekati asal siulan itu.
“Haha…. Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui! Dapat jagung, dapat pula dua anak ayam! Sepertinya aku akan kenyang malam ini.” Sahut si serigala Cepat sambil melemparkan karungnya ke arah kedua anak ayam itu..
Bahkan kedua anak ayam itu tidak sempat untuk melarikan diri. “Tidak… lepaskan kami!” Teriak kedua anak ayam.
Dan sang serigala pun berlari secepatnya supaya tidak ada yang melihatnya.
Karena sang induk ayam mendengar ada sebuah teriakan, Ia pun berlari sekencang-kencangnya menuju sumber teriakan itu.
“Tidaaakk….” Teriak si Manis sambil mengejar si Cepat. “Lepaskan mereka!” Tambahnya.
Cepat pun berhenti tepat dibawah pohon dimana si anjing malas tertidur. “Haha… Lumayan sekarang aku mendapatkan induk ayam juga. Sedap sekali makan malamku hari ini.” Sahut si Cepat sambil menurunkan karungnya dan menangkap si Induk yang tidak sempat menyelamatkan diri.
Ketika Cepat hendak memasukkan Manis kedalam karung, berteriaklah kedua anak ayam tersebut melihat induknya juga tertangkap oleh si serigala.
Teriakan mereka rupanya mengejutkan si anjing malas yang tertidur diatas pohon itu, saking terkejutnya anjing tersebut pun jatuh tepat diatas serigala dan karungnya itu.
Kemudian, anjing malas tersebut membantu Induk dan kedua anak ayam itu. Mereka bersama-sama memasukkan si serigala tersebut kedalam karung dan membawanya kerumah induk ayam.
“Terima kasih atas bantuanmu..” Sahut si induk kepada anjing pemalas itu.
Akhirnya, induk ayam, kedua anak ayamnya beserta anjing malas tersebut memakan sup jagung hangat bersama-sama.
Namun si induk ayam tak sampai hati melihat serigala itu masih dalam karung dan kelaparan, Ia pun membuka karun tersebut dan mengajak si serigala untuk memakan sup jagung hangat bersama-sama.
Si serigala pun meminta maaf kepada kedua anak ayam dan induknya itu.


